Cara Memasarkan Brand Clothing (Disertai Contoh)

Brand Clothing saat ini sudah jadi bisnis yang kompetisinya ketat. Hampir setiap hari selalu muncul brand clothing baru di Indonesia. Which mean makin banyak juga kompetitor kita.

Eits, tapi semakin banyak brand baru, makin banyak juga peluang bagi kita untuk berkolaborasi.

Lantas, bagaimana cara kita bisa menang promosi ditengah ribuan brand clothing tadi?

Kalau kita pake cara marketing yang sama, cara mengakusisi pelanggannya sama, teknik dan alur promosinya sama dengan brand kompetitor. Maka, pelanggan akan sulit mengenali keunikan brand kita.

Akibatnya, brand kita jadi ga punya tempat khusus di hati pelanggan. Yang paling parah semakin lama bisa dilupakan.

Maka, kita harus memikirkan bagaimana cara memasarkan brand kita dengan cara yang unik.

Inilah serunya berbisnis, kita harus melakukan sesuatu diluar kebiasaan yang dilakukan banyak orang. Istilahnya, anti mainstream.

Memilih Strategi Marketing yang Efektif dan Efisien

Kata Kuncinya adalah "Efektif" dan "Efisien".

Efektif maksudnya caranya benar-benar berdampak positif pada bisnis kita. Efisien artinya dengan upaya minimal namun hasilnya bisa maksimal.

Memastikan Target Pasar Brand Kita

Menentukan target market untuk membeli produk dari brand kita adalah hal penting. Kita harus menyesuaikan ide produk clothing dengan target konsumen yang dituju.

Apa saja hal yang harus kita perhatikan untuk menentukan target market yang pas?

  1. Target Konsumen Berdasarkan Umur

    Bedakan antara konsumen yang membeli produk kita dengan yang memakai produk kita.

    Jika konsumen yang akan memakai produk kita berasal dari kalangan anak-anak, maka promosi brand kita adalah ke para orang tua.

    Kita bisa berinovasi memproduksi produk clothing yang lucu untuk anak-anak. Hal ini juga di dorong oleh faktor anak-anak yang suka dengan desain yang lucu dan warna-warna cerah.

    Jika konsumen yang memakai produk kita adalah remaja, maka brand Anda harus bisa diakses secara up to date di media sosial.

    Sehingga remaja yang selalu update biasanya akan melihat produk baru apa yang sedang ada di pasaran.

  2. Target Konsumen Berdasarkan Gender

    Dalam menciptakan suatu ide clothing, penting untuk mengenal jenis kelamin target konsumen kita, apakah mereka laki-laki atau perempuan.

    Jika sasaran konsumen kita adalah laki-laki, maka ide produk clothing yang bisa kita coba misalnya bertemakan gadget, komputer, musik maupun olahraga.

    Namun jika konsumen kita perempuan, maka kita bisa membuat tema seputar bunga, kecantikan, nuansa anggun, atau style girly.

  3. Target Konsumen Berdasarkan Kelas Sosial

    Dalam menjalani bisnis clothing, target konsumen menurut kelas sosial juga penting untuk diperhatikan. Sehingga kita tau produk apa yang harus kita produksi dan tau mengenai kisaran harga yang akan kita beri.

    Hal ini penting karena kisaran harga sangat menentukan frekuensi jumlah konsumen.

    Jika konsumen kita dari masyarakat kelas atas, maka kita dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi.

    Namun jika konsumen kita masyarakat kelas menengah, kita dapat menjual produk-produk standar kebutuhan dengan harga yang sedikit lebih rendah.

    Penentuan harga berdasarkan kelas konsumen memiliki pengaruh pada omset usaha kita, sehngga juga harus jeli dalam memberikan kisaran harga pada produk kita.

    Kisaran harga yang kita beri juga harus sesuai dengan kualitas barang yang kita tawarkan sesuai dengan kelas konsumen yang sudah kita targetkan.

Menggunakan Sales / Marketing Funneling

Intinya adalah dengan membuat sebanyak-banyaknya orang kenal produk kita.

Caranya bisa dengan gencarin promosi via online, membagi-bagikan kartu nama dan brosur ke target pasar kita.

Targetnya, minimal orang tau dulu brand kita.

Lebih bagus lagi jika mereka mengenal bahan produk kita dan bisa merasakan kualitas atau kenyamanannya.

Ada contoh / study kasus sebuah Brand yang ada di Malang, mereka membuka stand dengan hiburan musik pada saat pertama kali buka Distro.

Mereka membagikan Free T-Shirt kepada orang-orang yang datang (target marketnya). Budget marketingnya mereka gunakan untuk itu.

Cara ini cukup powerful karena ada efek domino setelahnya. Mereka yang dapat kaos gratis tadi cerita ke teman-temannya. Promosi 'Word of Mouth' pun terjadi.

Tehnik ini banyak dipakai pengusaha kuliner, sering kita sebut Free Tester.

Mereka yang mendapatkan Free T-Shirt, bisa kita minta untuk selfie memakai produk kita.

Nah, foto tersebut bisa kita pakai untuk konten update sosial media brand kita.

Untuk panduan sales funneling lebih lengkapnya bisa klik link di atas.

Mendapatkan dan Merespon Feedback

Manfaat dari memberikan tester kepada calon pelanggan kita seperti contoh diatas adalah, Mendapatkan Feedback.

Feedback ini bisa negatif atau positif.

Jika mendapat feedback negatif, itu bermanfaat sebagai masukan untuk membenahi produk kita.

Jika mendapat feedback positif, bisa jadi motivasi atau penyemangat kita.

Agar feedback yang kita peroleh bisa objektif, usahakan memberi sample atau free produk untuk tester ke orang yang belum kenal sama kita.

Karena kalau kita memberi kepada teman atau saudara, biasanya mereka ada rasa sungkan atau 'ga enak' untuk memberikan kritik kepada kita.

Membuat Brand Loyality Program

Biasanya kita lebih fokus untuk mendapatkan customer baru. Padahal jika kita sudah punya customer lama, mereka justru lebih mengerti brand kita bagaimana, kualitas produk kita seperti apa, dsb.

Brand Loyality Program adalah cara untuk membuat customer lama kita semakin setia pada brand kita.

Sehingga mereka akan melakukan repeat order atau bahkan mereferensikan produk kita ke teman-temannya.

Kita sebagai pemilik brand perlu memikirkan loyality program untuk mereka.

Contoh Loyality Program

Sistem Point

Customer mendapatkan poin setiap mereka belanja. Setelah poin terkumpul, bisa ditukar dengan hadiah tertentu. Cara ini dimana-mana sudah terbukti bisa membuat customer semakin loyal pada brand kita.

contoh sistem point brand loyality program
Contoh Point Reward Brand Babyjab
Voucher Diskon

Pemberian Voucher Diskon biasanya lebih banyak digunakan untuk menarik pelanggan baru. Namun cara ini juga bisa digunakan untuk mempertahankan pelanggan lama.

Caranya dengan memberikan voucher khusus kepada customer setelah mereka melakukan pembelian pertama. Voucher belanja ini dapat digunakan untuk mendapatkan diskon di pembelian selanjutnya. Tentu dengan memberi batas waktu berlakunya voucher tersebut.

contoh voucher diskon belanja
Contoh Voucher Diskon Brand Babykatiestuff
Membership

Anda bisa memberikan penawaran kepada customer untuk menjadi member brand Anda.

Program kesetiaan ini memberikan tawaran untuk menjadi anggota dari sebuah klub yang perusahaan bentuk. Anggota dari klub tersebut dapat menerima tawaran-tawaran menarik dari perusahaan, baik berupa diskon atau lainnya.

Keuntungan bagi Anda selain mendapatkan customer yang loyal adalah Anda bisa memperoleh database pelanggan yang bisa bermanfaat untuk bisnis Anda kedepannya.

Dengan Data member ini, Anda juga akan lebih mudah untuk mengetahui selera pasar dan melakukan launching produk terbaru kedepannya.

Jika bisnis Anda menyediakan sistem keagenan / distributor / reseller, Anda bisa gunakan cara ini untuk merekrut mereka.

contoh promo reseller
Contoh Voucher Diskon Brand Babystopstore
SebelumnyaCara Membuka Konveksi Rumahan
SelanjutnyaCara Membuat Funneling untuk Brand Clothing